dalam Blogging

Membersihkan Tabel Database, Ini Cara Mudahnya

Inilah akibat saya sering mengganti theme, mencoba plugin wordpress. Database saya menjadi penuh dengan tabel yang tersisa dari hasil instalasi theme atau plugin. Plugin optimasi database, ternyata kadang tidak dapat membersihkan sampai ke tabel yang terbentuk di database. Padahal, saya sudah menghapus theme beserta plugin-nya. Jadi, saya harus membersihkan tabel database secara manual.

Sebelum melanjutkan, saya ingin berbagi dulu tentang apa itu database. Kalau Anda menggunakan wordpress maka platform ini dapat bekerja dengan menggunakan database. Sistem databasenya sendiri menggunakan [MySQL][3] yang mudah diintegrasikan dengan bahasa pemrograman PHP. PHP sendiri merupakan *server side programming language* yang paling umum digunakan oleh developer.

Database atau selanjutnya kita sebut web database merupakan sistem yang dipakai untuk menyimpan informasi yang selanjutnya dapat diakses melalui website. Informasi yang disimpan dalam dabase meliputi informasi user, password, komentar, meta data dan lain-lain. Sistem yang umum digunakan saat ini adalah MySQL.

Untuk menyimpan informasi-informasi penting itu, dalam database, terdapat tabel-tabel, di mana dalam tabel itu terdapat field yang menjelaskan isi tabel. Tabel-tabel ini saling terhubung untuk memanipulasi data dengan menggunakan beberapa metode tertentu. Web database dapat kita gunakan untuk beberapa tujuan. Adanya database sangat memungkinkan sebuah website dapat terus diupdate dengan mudah dan tanpa perlu untuk mengedit kode HTML pada setiap halaman yang ingin kita rubah.

Sampai di sini, saya kira Anda sudah paham dengan pengertian database.

Membersihkan Tabel Database

Berkaitan dengan judul artikel ini, tentang [membersihkan database][4], seringkali, sebuah theme atau plugin, secara otomatis akan menambahkan informasi dan tabel baru ke database kita setiap kali kita meng-installnya. Tetapi, kadang kala, ada tabel yang tidak ikut terhapus saat kita tidak lagi menggunakan theme atau plugin itu. Dan ini tersisa di database kita, sehingga membuat database kita menjadi besar kapasitasnya. Ini tentu akan menambah penggunaan resource hosting yang kita pakai. Jadi, tabel ini harus kita hapus.

Cara Menghapus Tabel Database yang tidak digunakan

Sebenarnya, ada beberapa plugin yang tersedia untuk mengoptimalkan database kita. Tapi, terkadang, plugin ini tidak dapat menghapus seluruh file yang terbentuk di database, jadi solusinya, harus kita hapus secara manual. Caranya sebagai berikut :

Silahkan akses PHPMyAdmin dengan user dan password database kita (utk pengguna ZPanel). Untuk pengguna CPanel, Anda tinggak klik saja menu PHPMyAdmin, tanpa perlu memasukkan user dan password. Kemudian, klik database kita pada kolom di sebelah kiri. Maka akan terbuka tabel database kita seperti contoh gambar di bawah ini :

membersihkan tabel database

Yang saya beri tanda centang adalah tabel database yang masih tersisa. Itu terbentuk dari plugin revslider yang sudah saya hapus. Untuk menghapusnya, cukup kita klik Drop, maka akan ada pop up dialog box yang muncul, pilih Yes, dan tabel itu akan terhapus. Untuk bulk remove, tinggal kita centang semua tabel yang tidak digunakan, lalu di dropdown menu di bawah tabel ini atau di atas, kita pilih Drop, maka semua tabel ini akan terhapus. Yang harus diperhatikan, Anda harus yakin betul dengan tabel yang akan dihapus. Perlu diingat, bahwa dalam tabel ini juga terdapat tabel default dari instalasi WordPress, kalau ini terhapus, maka web atau blog akan error. Jadi, harus teliti.

Lalu, bagaimana menelitinya ?

Masing-masing tabel itu memiliki kode unik sendiri. Contohnya seperti gambar di atas. Kode `revslider_blablabla` adalah kode dari plugin revslider. Sementara kode `mts_blablabla` adalah plugin dari MyThemeShop. Kita harus benar-benar meneliti itu, jangan sampai salah.

Itulah cara membersihkan tabel database dari file-file yang tidak digunakan. Semoga bermanfaat.

Tulis Komentar

Komentar